Cara Deteksi dan Resiko Kanker Prostat

By | 06/02/2014
Share

Deteksi dini kanker prostat sangat penting dilakukan. Pengobatan dini gejala kanker prostat lebih mudah dilakukan, dan jauh lebih murah, dibandingkan jika kita harus mengobati kanker prostat. Berikut beberapa faktor resiko terjadinya kanker prostat.

Cara deteksi dini kanker prostat yang saat ini berkembang adalah Pemeriksaan colok dubur atau Digital Rectal Examination (DRE). Melalui DRE ini, dokter akan meraba prostat melalui anus dengan sarung tangan.

Melalui pemeriksaan DRE tersebut akan meningkatkan angka harapan hidup pasien kanker prostat hingga 60 persen.

Selain melalui pemeriksaan DRE ada resiko yang memungkinkan terserangnya penyakit kanker prostat. Diantaranya mereka yang beresiko adalah :

– Sudah mengalami kebotakan pada usia dini.
Penelitian terbaru dilakukan terhadap para pria Afrika-Amerika. Mereka merupakan kelompok yang terbanyak menderita kanker prostat di Amerika dengan resiko kematian dua kali lipat.

Dari hasil penelitian diperoleh ternyata para pria yang menderita kanker prostat adalah mereka yang sudah mengalami kebotakan di usia 30-an.

Punya Kebiasaan Ngopi
Ternyata gejala pembesaran prostat dipicu juga dengan minuman berkafein.Minuman ber-kafein bersifat diuretik sehingga dapat memicu produksi urin. Konsekuensinya keinginan berkemih meningkat. Gejala kanker prostat akan semakin parah akibat iritasi pada saluran kemih dan pembesaran prostat.

Kebiasaan Merokok

Kebiasaan merokok memberikan dampak yang besar bagi munculnya banyak penyakit, termasuk kanker prostat ini.

Makanan yang tidak seimbang

Pola makan dengan kandungan gula yang tinggi serta protein hewani dengan sedikit asupan sayuran dan buah – buahan memberikan resiko munculnya kanker prostat.

Baca juga : Cara terbaik pengobatan kanker prostat secara alami.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *